DIMENSI SOSIAL TAWHID; KONSTRUKSI JARINGAN RELASIONAL ISLAM PERSPEKTIF HASSAN HANAFI

Ahmad Zainuddin

Abstract


teologi yang diyakini secara dogmatik tak mampu menjadi “pandangan yang benar-benar hidup” yang memberi motivasi tindakan dalam kehidupan kongkret manusia. Hal ini dikarenakan penyusunan doktrin teologi tidak didasarkan atas kesadaran murni dan nilai-nilai perbuatan manusia, sehingga muncul keterpecahan (split) antara keimanan teoritis dan keimanan praktis dalam umat Islam. Hasan Hanafi menawarkan pertama, transformasi teologi dari teosentris menjadi antroposentris. Kedua, untuk membangun teologi antroposentris digunakan metode dialektika, hermeneutik, fenomenologi dan eklektik. Ketiga, kritis dan rasional dalam membangun nalar teologi lebih aktual dengan tidak meninggalkan akar tradisi Islam. Dengan mengintegrasikan jaringan relasional peran strategis agama dalam perubahan sosial. Tawh}i>d menjadi titik pijak untuk menjadikan islam sebagai spirit perubahan sosial ditengah-tengah kondisi keterpurukan masyarakat, Agama tidak semata-mata sebagai praktek peribadatan yang cenderung hanya sebagai tanggungjawab individu muslim dengan Tuhan, tetapi agama juga menjadi ideologi sosial.

Keyword. Tawh}i>d, Hassan Hanafi, Perubahan Sosial


Full Text:

PDF

References


Afkar, Tashwirul, Jurnal Refleksi Pemikiran Keagamaan dan Kebudayaan. Jakarta, Lakpesdam NU, Edisi No.10, Th 2000.

Badruzaman, Abad. Kiri Islam Hasan Hanafi Menggugat Kemapanan Agama dan Politik,. Yogyakarta, Tiara Wacana, 2005.

Baharun, Hasan. Metodologi Studi Islam Percikan Pemikiran Tokoh dalam Membumikan Agama. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011.

Faiz, Fakhruddin. Hermeunetika Qur’ani, Antara Teks, Konteks Dan Kontekstualisasi. Yogyakarta: Qalam, 2002.

Hanafi Hasan. Islam Wahyu Sekuler, Gagasan Kritis Hasan Hanafi. Terj. M. Zaki Husein, M. Nur Khaerani. Jakarta: Instad, 2000.

_____ Hassan. Min al-Aqi>dah ila> al-Thawrah , Diterjemahkan oleh Asep Usman Ismail, Suadi Putro, dan Abdul Rauf dengan Judul Dari Akidah ke Revolusi. Cet, I; Jakarta: Paramadina, 2003.

Hakim, Lukman. Revolusi Sistemik Solusi Stagnasi Reformasi Dalam Bingkai Sosialis Religius. Yogyakarta, Kreasi Wacana, 2003.

L. Esposito, John dan John O. Voll. Tokoh Kunci Islam Kontemporer. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.

Misbah, Muhammad Taqi. Monoteisme, Tawh}i>d Sebagai Sistem Nilai Dan Akidah Islam. Jakarta: PT. Lentera Basritama, 1996.

Pribadi, Airlangga, Yudhie R. Haryono. Post Islam Liberal, Membangun Dentuman Mentradisikan Eksperimentasi. Jakarta: PT. Pasarindo Bungamas Nagari, 2002.

Ridwan, A.H.. Reformasi Intelektual Islam; Pemikiran Hasan Hanafi Tentang Reaktualisasi Tradisi Keilmuan Islam. Jogyakarya: ITTAQA Press, 1998.

Rumadi. Masyarakat Post Teologi, Wajah Baru Agama dan Demokrasi Indonesia. Bekasi: Gugus Press, 2002.

Soleh, Khudori. Wacana Baru Filsafat Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.

Shimogaki, Kazuo. Kiri Islam Antara Modernisme dan Postmodernisme; Telaah Kritis Pemikiran Hasan Hanafi. terj. M. Imam Aziz dan M. Jadul Maula, Yogyakarta: LkiS, 1997.

Zainuddin, H. Ilmu Tawh}i>d Lengkap. Jakarta: PT. Rineke Cipta, 1990.

Sztompka, Piotr. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media, Cet VII, 2014.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Diindeks oleh :

            


_________________________________________________

Barcode Online :

      

_________________________________________________

Miyah: Jurnal Studi Islam

Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik,

Jl. KH. Syafi'i No.07 Suci Manyar Gresik Telp. (031) 3959297 Email: inkafa@inkafa.com

Map Coordinate : Lat. -7.145093, Long. 112.601585

 

View My Stats

 

MIYAH oleh Institut Keislaman Abdullah Faqih disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://ejournal.inkafa.ac.id/index.php/miyah/index.