ISLAM DAN KONSTITUSI DALAM PERSPEKTIF KH. ABDURRAHMAN WAHID

Muhammad Najib

Abstract


Pokok pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid sangat inspiratif dalam menyelesaikan berbagai problem keagamaan dan kebangsaan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Baginya, doktrin Islam tentang negara adalah doktrin tentang keadilan dan kemasyarakatan. Untuk itu, ideologi yang relevan bagi Indonesia adalah ideologi Pancasila; selain itu, demokrasi adalah kebebasan, keadilan, dan musyawarah.Gus Dur tidak ingin menampilkan politik Islam yang monoton dan melihat Piagam Madinah sebagai justifikasi bagi manifestasi politik Islam yang inklusif, yaitu politik Islam yang menekankan pada nilai-nilai substansial Islam yang universal seperti keadilan, persamaan, kebebasan, dan syura’ (demokrasi). Gus Dur sangat kritis terhadap bentuk formal dan simbol-simbol politik Islam yang seringkali diperankan mengingkari substansi dari nilai-nilai Islam tersebut. Dia berkeyakinan nilai-nilai universal Islam selaras dengan nilai-nilai Hak-hak Asami Manusia (HAM) dalam Deklarasi Hak-Hak Asami Manusia tahun 1948 sehingga dia melihat Barat bukan sebagai musuh tetapi sebagai mitra. Namun dia perlu mengembangkan konsep HAM dari lingkungan umat Islam sendiri untuk menangkal proses sekulerisasi seperti yang terjadi dalam peradaban Barat.

Kata Kunci: Islam, KH. Abdurrahman Wahid, Konstitusi


Full Text:

PDF

References


Abdillah,Masykuri. AgamadalamPluralitasMasyarakatBangsa" Kompas, 25 februari 2000.

Ali Enginer, Asghar.Devolusi Negara Islam, terj. Imam Muttaqin Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000.

Dharwis, Ellyasa KH. Gus Dur, NU, dan Masyarakat Sipil, Yogyakarta: LkiS, 1997.

Effendy, Bahtiar.Repolitisasi Islam, Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik? Bandung: Mizan, 2000.

Feillard, Andree.NU Vis A Vis Negara: Pencarian Isi, Bentuk, dan Makna, Yogyakarta: LkiS, 1999.

Haidar, M. Ali, Nahdatul Ulama dan Islam di Indonesia: Pendekatan Fikih dalam Politik, Jakarta: Gramedia, 1998.

Kusuma, Mulyana W. Menata Politik Paska Reformasi, Jakarta: KIPP Indonesia, 2000.

Masdar, Umaruddin.Membaca Pemikiran Gus Dur dan Amin Rais tentang Pancasila, Yogyakarta; Pustaka pelajar, 1999.

Paige, Glenn D. Chaiwat Satha Anand, dan Sarah Gilliatt eds. Islam Tanpa Kekerasan, a.b. M. Taufiq, Yogyakarta: LKiS, 1998.

Rahman, Budhy Munawar (Ed), Kontekstualisasi Doktrin Islam dalam Sejarah, Jakarta: Paramadina, 1994.

Sitompul, Einar M.,Nahdlatul Ulama dan Pancasila. Jakarta: Sinar Harapan, 1989.

Soelastomo, "Dwi Tunggal Gus Dur-Mega," dalam Kompas, 29 Nopember 1999.

Sudarmanto, YB., dkk, H. Mathori Abdul Jalil, Dari NU untuk Kebangkitan Bangsa, Jakarta: PT. Grasindo, 1999.

Taher Elza Peldi (ed) Demokratisasi Politik, Budaya dan Ekonomi, Pengalaman Indonesia Masa Orde Baru Jakarta: Yayasan Paramadina, 1994.

Wahid, Abdurrahman. Prisma Pemikiran Gus Dur, Yogyakarta: LkiS, 1999.

_____ “Nasionalisme, Tasawwuf, dan Demokratisasi”, dalam Kompas tanggal 2 April 2001.

_____, "Islam Dan Masyarakat Bangsa", Pesantren, No. 3 Vol. VI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Diindeks oleh :

            


_________________________________________________

Barcode Online :

      

_________________________________________________

Miyah: Jurnal Studi Islam

Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik,

Jl. KH. Syafi'i No.07 Suci Manyar Gresik Telp. (031) 3959297 Email: inkafa@inkafa.com

Map Coordinate : Lat. -7.145093, Long. 112.601585

 

View My Stats

 

MIYAH oleh Institut Keislaman Abdullah Faqih disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.
Berdasarkan ciptaan pada http://ejournal.inkafa.ac.id/index.php/miyah/index.