INKLUSIFISME DAN EKSKLUSIFISME SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL

Muhammad Asrori, M. Muizzuddin, Kusnan Kusnan, Moh. Solihuddin

Abstract


Abstract: This article is organized in connection with the increasingly widespread attitude of intolerance in society. Especially intolerance in the name of religion. In this case the writer will reveal earlier about inclusive attitudes that is placing the perspective of other people/ other groups in seeing the world, in other words trying to use the perspective of others or other groups in understanding the problem. Contrary to that, an exclusive attitude. Some things that lay behind the exclusive nature, including the lack of meaning of religious values and excessive fanaticism. Multicultural education is an alternative solution to the inclusive attitude. Multicultural education is an effort and process of empowering diverse and heterogeneous societies to understand and respect one another and form characters that are open to differences. This is also in line with the practice of surah Al-Hujurat verse 13.

Keywords: Inclusiveism, Exclusiveism, Multicultural Education


Full Text:

PDF

References


Abbas. Zainal Arifin, “Perkembangan Pikiran Terhadap Agama”, (Jakarta: Pustaka Al husna 1984)

Adiprasetya. Joas, Mencari Dasar Bersama (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2002),

Alamsyah. Andi Rahman (editor), Pesantren Pendidikan Kewargaan dan Demokrasi (Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Depak Kerjasama Lbsosio Pusat Kajian Sosiologi FISIP-UI, 2009)

Al-Qardawi. Yusuf, Inklusif dan Ekslusif (Jakarta: Pustaka Al Kaustar, 2001)

Arif. Mahmud, Pendidikan Agama Islam Inklusif Multikultural. Jurnal Jurusan Pendidikan Agama Islam, (Vol. I, no 1, Juni 2012/1433),

Attabik dan Sumiarti, Studi Kearifan Lokal di Desa Karangbenda, Distrik Adipala, Kabupaten Cilacap (JPA Vol. 9 No. 2 Jul-Des 2008)

Azra. Azyumardi, Pergolakan Politik Islam, dari Fundamentalis, Modernisme hingga Post-Modernisme (Jakarta: Paramadina, 1996)

D‘Costa. Gavin, ―Theology of Religions, dalam David F. Ford, The Modern Theologians: An Introduction to Christian Theology in the Twentieth Century, Vol. 2 (New York: Basil Blackwell, 1989)

Dawam. Ainurrofiq, “EMOH” Sekolah: Menolak “Komersialisasi Pendidikan” dan “Kanibalisme Intelektual” Menuju Pendidikan Multikultural (Yogyakarta: Inspeal Ahimsakarya Press, 2003)

Driyarkara, Tentang Pendidikan (Jakarta: Kanisius 1980)

Eliade. Mircea, Realitas yang Sakral dalam Danie L. Pals, Seven Theories of Religion: Dari Animisme E.B Taylor, Materialisme Karl Marx, Hingga Antropologi Budaya C.Geertz, Alih Bahasa Noer Zaman, (Yogyakarta: Qalam.2001)

Fatimah, Muslim Cristian Relations in the new Order Indonesia: the Exclusivits and Inclusivits Muslim’ Perspective, (Jakarta : Media Group, 2004), hlm.21-38

Hasan. Muhammad Tolhah, Pendidikan Muiltikultural sebagai Opsi Penanggulangan Radikalisme, (Malang: Lembaga Penerbitan Unisma, 2016)

Idris. Zahara, Dasar-dasar Kependidikan (Padang: Angkasa Raya. 1987)

Janah. Nasitotul, Merumuskan Kembali Teologi Hubungan Antar Agama di Tengah Pengalaman Keanekaragaman (Sebuah Pendekatan terhadap Makkiyyah dan Ayat Madaniyyah) (TARBIYATUNA, Vol. 7 No. 1 Juni 2016)

Kraft, Siv Ellen. To mix or not to mix: Syncretism/ anti-syncretism in the history of theosophy (Numen: International Review for the History of Religions 49, no. 2. 2002)

Kuntowijoyo, Metodologi Sejarah (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2003).

Laporan Pusat Penelitian Pembangunan Pedesaan & Kawasan oleh UGM bekerja sama dengan Departemen Agama RI, Perilaku Kekerasan Kolektif, Kondisi dan Pemicu (Yogyakarta, UGM, 1997).

Madjid. Nurcholis, Islam Kemodernan dan ke Indonesiaan, (Bandung: Mizan, 2006)

Maslikhah, Quo Vadis Pendidikan Multikultural: Reconstruksi Sistem Pendidikan berbasis Kebangsaan (Surabaya: JP Books,. 2007)

Mokhtar. Ros Aiza Mohd dan Che Zarrina Sa’ari, Konsep Sinkretisme menurut Perspektif Islam, Afkar 17 (2015)

MS. Abu Bakar, Argumen Al-Qur'an tentang Eksklusivisme, Inklusivisme, dan Pluralisme, (TOLERANSI: Media Komunikasi Agama Vol. 8, No. 1, Januari - Juni 2016)

Rahman. Budhi Munawar, Islam Dan Liberalisme, (Jakarta:Cipta Pustaka, ,2011)

Rahman. Budhi Munawar, Islam Pluralis: Wacana Kesetaraan Kaum Beriman (Jakarta: Paramadina, 2001)

Sunardi, Dialog: Jalan Agama Baru, kontribusi Hans Kung untuk dialog antaragama, DIAN Seri I / Tahun I: Dialog Kritik dan Identitas Agama (Yogyakarta: Dian, 1994)

Suseno. Franz Magnis, Memahami Hubungan Antar Agama di Indonesia, dalam Equality and Plurality dalam Konteks Hubungan antar Agama (Yogyakarta: Sukses Offset, 2008)

Syam. Nur, Tantangan Multikulturalisme Indonesia: dari Radikalisme menuju Kebangsaan, (Yogyakarta: Kanisius, 2009)

Tilaar. H.A.R., Multikulturalisme: Tantangan-tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional (Jakarta: Grasindo.2004)

Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI, Ilmu dan Aplikasi Pendidikan Bagian 4 pendidikan Lintas Bidang (Bandung: Grasindo, 2007)

Yaqin. M. Ainul, Pendidikan Multikultural; Corss-Cultural Understanding Untuk Demokras dan Keadilani, (Yogyakarta: Pilar Media, 2005)




DOI: http://dx.doi.org/10.33754/jalie.v3i1.225

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

_________________________

Creative Commons License
Journal of Applied Linguistic and Islamic Education by JALIE is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Based on a work at http://ejournal.inkafa.ac.id/index.php/jalie-inkafa.

Map Coordinate : Lat.-7.1451473, Long. 112.5995736

View My Stats